Tuesday, July 17, 2012

Pembangkit Listrik Matahari yang Bisa Bekerja Malam Hari


Pembangkit listrik matahari 
Pembangkit listrik tenaga surya memiliki dua masalah utama: biayanya mahal dan produksi listrik hanya bisa dilakukan pada siang hari, itu pun masih tergantung pada intensitas matahari yang tersedia. Hal ini yang membuat teknologi pembangkit listrik tenaga surya masih dinilai kurang ekonomis. Mungkin teknologi baru yang ditawarkan oleh Halotechnics bisa menjadi solusi yang menjanjikan.

Perusahaan yang berkedudukan di Emeryville, California – AS ini mengembangkan peralatan yang mengelola sinar matahari menjadi energy listrik yang konon lebih efisien dan berbiaya lebih murah.
Jika pada cara konvensional, panel sel surya langsung mengubah sinar matahari menjadi listrik, tidak demikian pada konsep yang ditawarkan oleh perusahaan Halotechnics. Mereka membuat cermin berukuran besar yang berfungsi untuk mengumpulkan panas dengan suhu yang tinggi dari sinar matahari. Panas yang tersimpan inilah yang selanjutnya digunakan untuk menghasilkan uap guna memutar turbin yang menggerakkan generator dan menghasilkan energi listrik.
Menurut Halotechnics, biaya yang digunakan untuk menyimpan panas lebih murah dibanding menyimpan listrik pada baterai seperti yang digunakan pada metode pembangkit listrik dari panel sel surya. Kemampuan penyimpanan panas dalam waktu lama ini dihasilkan dari bahan-bahan yang terdiri dari campuran garam serta bahan kaca baru. Material ini yang menjadi kunci pembangkit listrik dari panas sinar matahari menjadi cukup murah dan handal untuk bersaing dengan mesin pembangkit listrik berbahan bakar konvensional dalam skala besar.
Pembangkit listrik tenaga panas matahari ini juga dilengkapi dengan peralatan penyimpan panas yang memungkinkan untuk menghasilkan uap terus-menerus, bahkan pada malam hari.technologyreview.com

No comments:

Post a Comment